Selasa, 2009 Juli 14

Kelam senja

menghampiriku kemudian bertanya
"kan kau bawa kemana hati rapuh ini"

lalu melesat pergi menuju keremangan malam
aku tak tahu, aku tak tahu
ku turuti saja

hanya kepasrahan
setelah beribu jalan kutapak
setelah beribu bukit kudaki
begitu saja sang senja menikam tak bertuan
sampai terkoyak
malam ini menjadi air mata buat diri menepi

14 Juli 2009

*) Eko HM

Puisi terkait disini

Minggu, 2009 Juli 12

Antara diam, senja dan air mata

aku diam
berkata pada senja yang sendu
mendayu katanya
tentang cinta

lalu berkebut diri sang malam
menjemput mimpi pilu
yang meronta hendak lepaskan diri dari derita
lalu terjepit antara dua rasa membelenggunya
- lebih pekat air mata di pipi

kemana saja dikau?
kucari dalam selimut tebal malam
dingin kurasakan

langit bersua senja
bukankah memang senja menapak sang langit

bukankan sang langit menanti sang mentari
hanyut tertelan olehnya
untuk bersua
pada keindahan pada mata yang menikmati
- senja

12 Juli 2009

*) Eko HM

Puisi terkait disini

Selasa, 2009 Juli 07

070709

terima kasih pena telah kau tanam disini
terima kasih telah kau abadikan

tersembunyi dalam kabut tebal menghiasi kening berjuta imaji
berputar-putar menggasingkan diri
pening berkerat-kerat
sampai telusur jeruji tak jua mempan mendefiniskan sang kabut
lelana

Puisi terkait disini dan gb-nya kak Aida

Karanganyar, 7 Juli 2009

*) Eko HM

Sabtu, 2009 Juni 27

270609

sorot yang tajam
menggelindingkan hasrat pada ketinggian
cita dan cinta

menabrak menerkam ulu hati
terdalam
sendu sayu menikam
duhai.. cantik menawan
hatiku tertawan

27 Juni 2009

Terkait disini

Minggu, 2009 Juni 14

Bengong

dia terdiam menatap wajah-wajah yang tak asing lagi
lalu mengerutkan dahi
agaknya dia sendiri

masalah apa rupanya sampai tidak masuk hari ini
ah, aduhai layu
matanya sayu
meredup seseorang dan merenung entah kemana perginya sang lelana
kemarin dia tersenyum kecil
tapi kini dia terpukul (sepertinya)

pikiran apa
apa pikirannya
ada dia (seseorang) atau aku
ah, aduhai semampai rampai

diaterdiam seorang
mengenang apa
apa mengenang
ah, mengusik hati

Karanganyar, 21 September 2009

*) Eko HM

* Arfiatun duduk termenung sendiri. Sepertinya ada sesuatu. Mikir dia atau aku yah?